Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut Kuytanda.com | Halsel– Tiga orang kakak beradik diduga melakukan pengancaman terhadap seorang wartawan saat melakukan peliputan sengketa tambang emas di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kamis (29/01/2026).

Wartawan yang mendapat ancaman tersebut adalah Rusdi Malan, saat meliput sengketa galian lubang emas milik Haniati Labani yang kini telah dijual kepada Lili Dang Manapi. Namun, setelah transaksi jual beli dilakukan, lokasi tambang tersebut diduga dikuasai oleh mantan suami Haniati Labani, Leonardo Khan, bersama tiga orang kakak beradik.

Rusdi Malan menjelaskan bahwa dirinya bersama sejumlah wartawan sedang mengawal dan meliput proses sengketa tersebut. Namun, ketiga bersaudara yang diduga bersekongkol dengan Leonardo Khan tidak menerima peliputan tersebut dan menuduh Rusdi ikut mencampuri persoalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka tidak puas dengan peliputan kami dan mengancam akan membunuh saya jika terus meliput sengketa ini,” ujar Rusdi kepada media ini.

Ketiga orang yang diduga melakukan pengancaman tersebut masing-masing bernama Rudin Moloku, Musa Moloku, dan Ridwan Moloku. Ancaman itu terjadi saat Rusdi berada di lokasi tromol tambang sekitar pukul 18.00 WIT.

Salah satu pelaku, Musa Moloku, bahkan melontarkan ancaman serius terhadap Rusdi dan keluarganya. Ancaman tersebut disaksikan langsung oleh Nurdiana dan Novita, wartawan Kuytanda.com, serta Risal Sangaji, Ketua LSM Kane Malut.

Atas kejadian tersebut, Rusdi Malan yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Maluku Utara media online Kompas News menyatakan akan melaporkan kasus pengancaman ini ke Polsek Obi.

“Ini sudah mengancam keselamatan jiwa, sehingga akan saya proses secara hukum,” tegas Rusdi.

(Redaksi)

Editor: Nurbaya

Berita Terkait

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Dana Angkutan Apung Bermotor dan jasa Tenaga Keamanan Rp 7,5 M, Begini Penjelasan Sekda Halsel.!
Nataru: Keluarga Besar Kristiani Ikut Gelar Open House, Bupati Halsel Ajak Jalin Toleransi Umat Beragama 

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:26

Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:58

Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 

Berita Terbaru