📰 Malut.Kuytanda.com | Halmahera Selatan | Kamis, 26 Juni 2025 – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menimbulkan kerugian besar pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan pada sarana dan prasarana, mulai dari meja, kursi, buku ajar, hingga media pembelajaran. Nilai kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, sehingga membutuhkan penanganan dan pemulihan segera.
Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, menyampaikan bahwa untuk Pihak sekolah yang terdampak untuk segera melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh, guna mendukung proses penanganan dan penggantian fasilitas pendidikan yang rusak.
“Kami mengimbau seluruh pihak sekolah yang terdampak untuk segera melaporkan kerusakan inventaris seperti kursi, meja, buku ajar siswa, serta media pembelajaran lainnya. Pendataan ini penting agar proses pemulihan dapat segera direncanakan bersama Dinas Pendidikan,” ujar Aswin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh data yang dihimpun dari sekolah-sekolah tersebut akan disampaikan ke Posko Utama BPBD, dan menjadi dasar dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Upaya ini dilakukan agar proses pembelajaran dapat segera kembali berjalan normal.
“Kami berharap laporan yang masuk bersifat valid dan sesuai kondisi nyata di lapangan. Setelah itu, kami akan Lakukan Kordinasi bersama Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti skema pemulihan dan penggantian fasilitas,” lanjutnya.
Selain memprioritaskan pendataan di sektor pendidikan, BPBD juga terus memantau situasi banjir secara menyeluruh dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses pemulihan.
“Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Aswin.
Sekadar diketahui, berdasarkan data BPBD Halmahera Selatan hingga Kamis, 26 Juni 2025, tercatat sebanyak 3.869 kepala keluarga (KK) atau 15.056 jiwa terdampak banjir, dengan 2.253 unit rumah dilaporkan terendam air.**Uches


“Kami berharap laporan yang masuk bersifat valid dan sesuai kondisi nyata di lapangan. Setelah itu, kami akan Lakukan Kordinasi bersama Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti skema pemulihan dan penggantian fasilitas,” lanjutnya.





