Proyek PLTD Gane Luar Bermasalah, Warga Mengeluh

Sabtu, 15 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuytanda.com | HAL-SEL–Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 3×200 kW yang sedang dibangun di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, diduga bermasalah. Dengan luas lokasi mencapai sekitar 1 hektar, proyek yang diharapkan dapat mengatasi kebutuhan listrik masyarakat setempat justru menuai keluhan dari berbagai pihak, terutama warga setempat.

Amirudin Idrus, salah seorang warga Desa Gane Luar, mengungkapkan bahwa keberadaan proyek PLTD ini sudah beberapa tahun berjalan, namun hingga saat ini masyarakat merasa belum memperoleh manfaat secara maksimal.

“Kami merasa adanya keterlambatan dalam pembangunan PLTD ini. Padahal, ini adalah proyek yang sangat diharapkan oleh kami, warga Desa Gane Luar, karena sering kali kami kesulitan mendapatkan pasokan listrik yang stabil,” kata Amirudin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selain adanya keterlambatan, pembangunan yang tidak berjalan sesuai harapan juga berimbas pada kualitas pekerjaan yang tidak memadai. Ia menambahkan bahwa meski proyek ini sudah berjalan cukup lama, proses pembangunan fisiknya terbilang lambat dan terkesan terbengkalai.

“Kami khawatir kalau proyek ini tidak selesai tepat waktu dan akhirnya tidak bisa memberikan manfaat bagi kami,” ujar Amirudin.

Hal senada juga disampaikan oleh Djusmin Hi. Obet, seorang tokoh masyarakat Desa Gane Luar yang juga merasakan dampak negatif dari masalah yang terjadi pada proyek PLTD tersebut. Djusmin mengungkapkan bahwa masyarakat sudah sangat bergantung pada proyek ini untuk kebutuhan listrik yang lebih baik. Namun, karena adanya sejumlah masalah, harapan tersebut semakin jauh dari kenyataan.

“Pekerjaan proyek ini sudah sangat lama, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa PLTD ini akan selesai dan bisa beroperasi dengan maksimal. Padahal, kebutuhan listrik di desa kami sangat mendesak,” ucap Djusmin dengan nada kecewa.

Djusmin juga menambahkan bahwa pihak yang terlibat dalam proyek ini, baik dari pemerintah maupun kontraktor, seharusnya lebih bertanggung jawab dalam memastikan kelancaran pembangunan.

“Kami sangat berharap proyek ini bisa selesai dengan baik dan bisa beroperasi dengan maksimal. Jangan sampai proyek ini justru menjadi sia-sia, karena warga sangat membutuhkan pasokan listrik yang lebih baik dan stabil,” kata Djusmin.

Sementara itu, beberapa warga lainnya juga mengungkapkan keluhan serupa terkait dengan keterlambatan dan kualitas pembangunan proyek PLTD tersebut. Mereka berharap agar pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi progres pembangunan dan memastikan bahwa proyek ini tidak terhambat lebih lama lagi.

Proyek PLTD Gane Luar sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan listrik di wilayah-wilayah terpencil di Maluku Utara. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembangkit listrik diesel yang tidak efisien dan memberikan solusi bagi kebutuhan listrik yang terus meningkat. Namun, dengan adanya sejumlah permasalahan yang terjadi, harapan masyarakat terhadap proyek ini semakin suram.

Masyarakat Desa Gane Luar pun berharap agar pemerintah dan pihak kontraktor segera melakukan evaluasi dan perbaikan terkait pembangunan PLTD ini. Dengan begitu, proyek yang telah lama dinantikan dapat segera selesai dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat. Proyek ini diharapkan bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Desa Gane Luar.

Sebagai informasi tambahan, proyek PLTD Gane Luar ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk menyediakan pasokan listrik yang merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik utama. Kendati demikian, dengan adanya masalah-masalah yang muncul, keberhasilan proyek ini masih dipertanyakan, dan banyak pihak yang berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi kendala yang ada.

 

Reporter : Ilham Saleh

Berita Terkait

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor
Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:25

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:54

Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Berita Terbaru