Malut.Kuytanda.Com | Halsel–Pendidikan sebagai bekal kompas menuju mata uang pikiran sepanjang peradaban manusia, mengingat regenerasi di tengah zaman yang sejatinya sangat diprihatinkan.
Mirisnya minat membaca, kali ini komunitas Ulil Albab membuka dan menawarkan kepada pemuda/i Desa Kebun Raja/Maffa Kecamatan Gane Timur Halmahera Selatan, kembali dapat wujudkan semangat terhadap budaya literasi pada lingkungan sekitar.
Giat tersebut dengan tema COKA (Cuci Otak Kobarkan Amarah), yang berlangsung penuh khidmat di lokasi dapur revolusi desa kebun raja, hadir merekomendasi kurang lebih 52 pilihan jenis buku yang di siapkan menarik. Rabu, (8/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat ini lahir sebagai bentuk kobaran amarah yang menjadi bagian dari direpresentasi nilai-nilai gerakan perubahan terutama dalam dunia pendidikan, serta menguji retak kondisi sosial di tengah pola pikir masyarakat desa kebun raja/maffa.
Langkah COKA (Cuci Otak Kobarkan Amarah) bukanlah hal yang baru, pengembangan di tengah-tengah generasi anak muda desa kebun raja atau maffa sudah memasuki beberapa dekade belakangan, lahir gerakan semangat itulah kini hidup kembali penuh makna
Pak Alan atau biasa disapa Coretan Tinta, saat di jumpai awak media di lokasi, mengapresiasi kepada anak muda terutama adik-adik SMA Negeri 4 Halsel Desa Maffa dan Kebun Raja giat semangat mengobarkan api peradaban melalui lapak baca sekalipun terlihat sederhana namun menyentuh.
“Luar biasa, artinya bahwa anak muda itu sebagai agen perubahan mata uang pikiran, ini menjadi batu loncatan serta pengembangan dan orientasi revolusi desa melawan arus dinamika di tengah arus modernisasi,” Sebut Alan
Selain itu, Pak Guru Irham atau disapa Ko Ir sekaligus pembina Komunitas Ulil Albab juga ikut mendukung dan respon penuh, perihal literasi berbasis kemasyarakatan terutama di kalangan pelajar SMA, dan SMP, yang seharusnya ini menjadi budaya literasi berkelanjutan
“Saya sangat mendukung penuh terkait literasi, karena buku adalah ruh dan jati diri untuk mengenal satu perubahan besar, dan bekal untuk mengasah akal selalu sehat,” Ujar Ko Ir
Pak Abi atau disapa Biru, dalam kolaborasi keterangan dukungan semangat pendidikan sebagai investasi generasi yang melahirkan nilai-nilai serta moralitas, menguji idealisme hangat dan sekaligus membuka ruang gagasan diskusi di lapak baca berjalan syarat makna.
“Setelah kita mengetahui bahwa, Ulil Albab tidak akan mati, hanya saja semangat dan motivasi belajar agak lemah, kami berharap semoga giat ini bisa sehat kembali, lancar, jika semangat tetap terjaga kita akan siapkan 100 buku pihan terbaik buat adik-adik,” Pungkasnya..
Akhir, setelah lapak baca hal itu disisipkan dengan NGOPI (Ngobrol Pikiran) diskusi hangat bersama guru-guru dan Siswa/i SMA Negeri 4 Halsel Maffa berjalan lancar hingga akhir tutup. Dapat diinformasikan, lapak baca di buka menyesuaikan arahan grup pada tiap malam pukul, 20.30-Selesai Wit, di dapur revolusi desa kebun raja.
Penulis: Fahas
Editor: Nurbaya







