Pembunuhan Merenggut Nyawa Dialami Zulfikar, Mengisahkan Luka Mendalam Kedua Orang tua

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut Kuytanda.com | Halsel – Disaat malam mulai hening dan sepi pada Senin malam, tepatnya seper tiga malam Selasa tanggal 30 September 2025 pukul 03.00 dini hari, tangis dan luka mendalam yang dialami kedua pasangan Suami-istri, yakni Risno Tjia dan Nursan Ngawaro asal DesaTapa kecamatan Obi Utara dan beralamat di desa baru Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara.

Tak disangka dan tak diduga malam itu, anak kesayangan dan tercinta dari pasangan Risno-Nursan yang bernama Zulfikar Tjia (laki-laki) umur 18 tahun pelajar SMA Negri 6 Halsel kelas 3 persiapan ujian akhir, mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya atas dugaan penganiayaan.

Sesuai kronologis kejadian yang telah disampaikan oleh ayah kandung korban Risno Tjia melalui pesan whatsapp sebagai berikut :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada malam selasa tanggal 30 september 2025 pukul 12.30, di desa Baru, Zulfikar (anak saya) keluar rumah untuk membeli pulsa, sesampainya di sebuah lorong, ada dua orang dengan suara keras menyapa zulfikar (korban) dan terjadilah adu mulut yang berakhir dengan pemukulan terhadap korban.

Korban dipukul kedua orang tersebut dengan sasaran kepala dan wajah hingga darah keluar serta luka sobek di pelipis mata.

Korban sempat teriak dan teman-teman korban menuju ke tempat kejadian tetsebut, namun pelaku telah melarikan diri dan korban juga mengejar kedua pelaku tersebut dengan kenderaan motor, cerita ayah kandung korban (Risno) yang juga saat ini menjabat sebagai Camat Obi Barat.

Lanjut Risno, saat korban mendapat pukulan, kedua pelaku juga sempat mengambil HP miliknya dengan tujuan membawa kabur dan korban terpaksa mengejar pelaku untuk mengambil kembali HP miliknya, tanpa menghiraukan cucuran darah yang dialaminya.

Pengejaran oleh korban terus berlanjut, hingga sampai di desa Jiko tamo, kondisi korban semakin parah serta tidak sadarkan diri dan jatuh tersungkur di paritan air (got).

Teman-teman korban menyusul dan menemukan korban tidak bernyawa lagi (meninggal) tepatnya depan SDN Jikotamo pada pukul 03.00.

Atas kejadian ini, berakhirlah sudah harapan dan dambaan kami selaku orang tua dan keluarga semalama ini, karna anak kamai yang bernama Refa (panggilan akrab) dari Zulfikar, adalah harapan masa depan kami selaku orang tua dan keluarga kami, ujar Risno mengahiri ceritanya.

Sambungnya, harapan kami selaku orang tua dan keluarga secara kesuluruhan, kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), agar melakukukan proses hukum secara transparan dan seadil adilnya serta para pihak pelaku ditindak tegas atas perbuatannya dan dihukum sesuai dengan, hukum yang berlaku, harapnya.*

Penulis : Ade Manaf

Editor. : Nurbaya Senen

Berita Terkait

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor
Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:25

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:54

Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Berita Terbaru