Jalan Lingkar Botang Lomang, Harapan yang Jangan Disia-siakan

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Kadri Sabar SH (Kasbar) 

Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan, khususnya di Halmahera Selatan, selalu menjadi sorotan publik. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah proyek jalan lingkar di Pulau Botang Lomang. Harapan besar masyarakat tertumpu pada proyek ini, mengingat jalan lingkar bukanlah hal baru di kepulauan, tetapi kerap menjadi kisah yang tidak selesai—sebuah kenangan pahit yang masih membekas di Pulau Obi dan Makeang.

Dalam sejarah pembangunan jalan di wilayah kepulauan, terlalu sering kita menyaksikan proyek yang berhenti di tengah jalan, tanpa kejelasan, tanpa arah, dan tanpa pertanggungjawaban yang jelas dari pihak terkait. Jalan Pulau Obi dan Makeang menjadi contoh nyata dari bagaimana pembangunan bisa berubah menjadi beban, bukan solusi. Harapan yang semula menggeliat, akhirnya padam oleh kelalaian, ketidakseriusan, atau bahkan ketidakpedulian pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, Jalan Lingkar Botang Lomang memikul beban harapan itu. Masyarakat tidak hanya menunggu jalan terbentang dari ujung ke ujung pulau, tetapi juga menanti kehadiran mobilitas yang lebih lancar, akses ekonomi yang terbuka, dan penghidupan yang lebih baik. Jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur—tetapi urat nadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Namun, kecurigaan dan kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah Halsel kini kembali menjadi sorotan. Reputasi buruk dari proyek-proyek terdahulu membuat masyarakat berada di posisi penuh waspada. Jangan sampai proyek ini kembali menjadi cerita yang sama: dimulai dengan janji manis, berakhir tanpa jejak.

Meski begitu, kami tetap memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiasi pembangunan jalan lingkar di Pulau Botang Lomang. Ini adalah langkah awal yang patut dihargai. Tapi langkah awal saja tidak cukup. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen penuh, pengawasan ketat, transparansi anggaran, dan partisipasi masyarakat sebagai pengawal pembangunan.

Jalan ini harus selesai, tidak hanya dalam catatan administrasi, tetapi benar-benar terwujud secara fisik di lapangan hingga 100%. Jangan biarkan suara rakyat kembali berteriak karena kecewa dan diabaikan. Jangan biarkan harapan masyarakat Botang Lomang kembali berada di ujung tanduk.

Ingatlah, jalan bukan hanya membelah daratan—tapi juga menghubungkan harapan dengan kenyataan. Semoga proyek ini menjadi pengecualian dari pola lama, dan menjadi bukti bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir untuk rakyatnya.

 

Berita Terkait

Menjaga Kemitraan Sinergitas Hubungan Antara Kepala Daerah dan DPRD
Donald Trump Menarik Simpul Perang Dunia-II: Dari Venezuela ke Taiwan 
Menghubungkan Ruang Kelas dan Realitas Lapangan
Prinsip Pertanggungjawaban KUHP Nasional, dan Dosa Korporasi
Ruang Belajar yang Tak Lagi Aman: Mengungkap Luka di Balik Kasus Kekerasan Seksual
Imperialisme Pasar Bebas: Langkah Awal Devide and Rule di Indonesia
Jasa Tak Terlupakan, Alfateha Untukmu Kawan
Kisah Anak Petani Yang Memilukan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:24

Menjaga Kemitraan Sinergitas Hubungan Antara Kepala Daerah dan DPRD

Rabu, 7 Januari 2026 - 23:03

Donald Trump Menarik Simpul Perang Dunia-II: Dari Venezuela ke Taiwan 

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:16

Menghubungkan Ruang Kelas dan Realitas Lapangan

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:25

Prinsip Pertanggungjawaban KUHP Nasional, dan Dosa Korporasi

Jumat, 28 November 2025 - 00:00

Ruang Belajar yang Tak Lagi Aman: Mengungkap Luka di Balik Kasus Kekerasan Seksual

Berita Terbaru