Malut Kuytanda.com | Halsel – Warga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Uatara. Kembali dibuat resah oleh kondisi tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan pantai Desa Tuwokona menuju Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan.
Pantawan media ini, sampah yang menumpuk dan dibiarkan membusuk di pinggir jalan itu menimbulkan bau tidak sedap hingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Tumpukan sampah tampak menggunung di beberapa titik tersebut, seperti lastik, sisa makanan, bahkan limbah rumah tangga berserakan hingga ke badan jalan raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, sampah-sampah tersebut merupakan hasil pembuangan resmi di tempat yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Selatan.
Namun, tempat pembuangan itu justru berubah menjadi sumber masalah karena sampah tidak pernah diangkut dalam waktu lama, akibatnya, sampah menimbulkan bau menyengat, dikerubungi lalat, dan mencemari udara di sekitar kawasan pantai yang seharusnya menjadi jalur wisata lokal.
“Kami sudah tidak tahan lagi. Setiap kali lewat sini, baunya luar biasa. Apalagi kalau siang hari, panasnya membuat aroma busuk semakin menyengat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, kamis (16/10/2025).
Warga mengaku kecewa terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Halsel yang dinilai tidak sigap dan tidak konsisten dalam penanganan sampah, baik di kawasan perkotaan Labuha maupun di wilayah pesisir seperti Bacan Selatan.
“Kalau di kota Labuha saja banyak sampah yang tidak terurus, apalagi di luar kota. Kami heran, untuk apa disiapkan tempat pembuangan kalau tidak pernah diangkut. Akhirnya jadi sumber penyakit dan merusak pemandangan,” keluh warga lainnya.
DLH Halsel yang dipimpin oleh Kepala Dinas Syamsu Abubakar disebut-sebut tidak mampu mengatasi persoalan kebersihan daerah secara menyeluruh. Warga menilai, persoalan sampah yang berlarut-larut ini menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan dan pengawasan dari dinas terkait.
Masyarakat pun mendesak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kadis DLH, agar masalah kebersihan di daerah itu tidak semakin parah.
“Kami berharap Bupati Halsel tidak tinggal diam. Kepala Dinas DLH harus dievaluasi. Kalau tidak mampu, lebih baik diganti saja dengan orang yang punya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” tegas warga.
Sejumlah tokoh masyarakat Bacan Selatan juga menyoroti bahwa masalah sampah bukan hanya urusan estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan publik dan citra daerah. Apalagi Kabupaten Halmahera Selatan tengah berupaya mendorong potensi pariwisata pantai yang bersih dan ramah lingkungan.
“Bagaimana wisatawan lokal mau berkunjung di tempat wisata apalagi wisatawan nasional, karena pantai tuwokona menjadi wisata Posi-Posi Desa tuwokona kecamatan Bacan selatan, wisatawan mau datang bagaimana kalau jalan pantai penuh sampah dan bau busuk? Pemerintah daerah harus serius menata persoalan ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Halsel belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga dan kondisi tumpukan sampah di jalur pantai Tuwokona–Panambuang.
Namun, warga berharap agar DLH segera bertindak cepat melakukan pengangkutan dan pembersihan, serta memperbaiki sistem pengelolaan sampah di dalam kota Halmahera Selatan — baik di pusat kota maupun di desa bagian bacan selatan dan Bacan timur.
Sebab bagi warga, kebersihan bukan sekadar slogan, tetapi ukuran nyata dari kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Penulis : Nurdiana
Editor. : Nurbaya







