Aksi Nekat Lido Gahunting Ancam Stabilitas di Area Eksplorasi KTS

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut.kuytanda.com | Halsel – Aksi Lido Gahunting, warga Desa Bobo, yang mengorganisir sejumlah warga Desa Loleo dari seberang Pulau Gamumu untuk melakukan kaplingan tanah di area eksplorasi PT Karya Tambang Sentosa (KTS), memicu keprihatinan serius.

Pasalnya, lahan tersebut secara administratif berada di wilayah Desa Fluk dan hingga kini masih berstatus sengketa tanpa ada putusan hukum yang sah antara Lido dan haji Ansar warga fluk. Lido bahkan nekat mendirikan tenda di lokasi, berdekatan dengan camp perusahaan. Langkah berisiko ini dinilai mengancam keselamatan bersama, terutama para pekerja KTS yang mayoritas berasal dari Desa Fluk dan Bobo dan terdapat sanak famili dari pak Haji Ansar yang bekerja di PT.KTS

Situasi kian rawan karena berpotensi menyulut konflik horizontal. “Kalau wilayah hukum kami dikapling sepihak oleh warga luar, masyarakat Fluk jelas tidak akan tinggal diam,” ujar Nasrun, warga Fluk, yang bersama saudaranya Jojo mengecam tindakan provokatif Lido Gahunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah bukti lapangan dan keterangan masyarakat memperlihatkan kuatnya indikasi provokasi. Jika dibiarkan tanpa penanganan hukum, dampaknya bisa fatal bagi stabilitas keamanan dan hubungan antarwarga.

Nasrun  warga fluk   saat di konfirmasi menyampaikan, kalau bisa kasus Lido segera tertagani   “Masalah tanah sangat sensitif. Kakak beradik saja bisa berselisih, apalagi kalau warga dari pulau seberang datang mengkapling tanah di wilayah kami,” tegas Nasrun.

Lanjut Nasrun, sejak awal hingga hari ini aktifitas perusahan  terkendala dalam menjalankan oprasional tidak lain tidak bukan hanya persoalan Lido, tidak ada warga lain yang ada hanyalah Lido, tutupnya,

Red : Malut.kuytanda.com

Berita Terkait

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor
Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:25

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:54

Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Berita Terbaru