Opini: Ketika Bayang-Bayang Lebih Menakutkan dari Kebenaran

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ilustrasi ini merupakan bentuk kritik sosial, tidak ditujukan kepada individu atau lembaga tertentu.”

“Ilustrasi ini merupakan bentuk kritik sosial, tidak ditujukan kepada individu atau lembaga tertentu.”

“Di Halmahera Selatan, di sudut ruang redaksi dan lorong sunyi lembaga informasi, ada yang lebih menakutkan daripada suara penguasa—yaitu ketakutan terhadap bayang-bayang sendiri. Ini bukan soal fisik, bukan pula ancaman terang-terangan. Tapi ketakutan abstrak: kehilangan dana hibah, diintimidasi secara sosial, atau sekadar takut menjadi “bermasalah” karena bersuara lantang.

Pers Halsel tengah berada dalam dilema sunyi. Kebijakan-kebijakan yang dirasa tidak berpihak pada keadilan sosial atau kesejahteraan rakyat dibiarkan berlalu tanpa koreksi. Ketika ruang kompromi dan kolaborasi dibuka oleh aktor-aktor perubahan, tanggapan yang muncul justru dingin dan tak peduli.

Padahal di luar sana, rakyat terus dihantam gelombang masalah:

  • Ada perampasan lahan yang membuat warga kecil kehilangan sumber penghidupan,
  • Ada kasus kekerasan seksual yang menyisakan trauma, namun tak kunjung menemukan kejelasan hukum,
  • Ada pula kebijakan politik yang justru menekan ekosistem pers sendiri, menjadikan mereka hanya sebagai corong tanpa daya.

Lalu, di mana posisi pers? Mengapa suara mereka melemah?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian memilih diam. Sebagian lainnya menahan jari-jemari untuk menulis. Bahkan ada yang merasa aman dengan memilih bungkam. Seolah nurani telah membeku, dan semangat telah padam sebelum menyala.

Apa yang membuat generasi ini lahir dengan jiwa yang tak sekuat para pendahulunya?

Apakah sumpah pemuda kini hanya tinggal naskah upacara yang dilafalkan tanpa makna?

Pemuda Halsel, khususnya yang tergabung dalam profesi pers, tampaknya mulai kehilangan identitas perlawanan. Mereka yang dulu digadang-gadang sebagai ujung tombak revolusi, kini terlihat tak berkutik saat kebijakan tak berpihak. Bahkan ketika mereka sendiri yang terdampak, suara pun tak kunjung keluar.

Kita menyaksikan masalah datang silih berganti. Tapi kita juga menyaksikan bagaimana jati diri insan pers semakin kabur, dan nurani mereka tetap saja bungkam. Seakan tidak ingin berurusan, seakan tidak tahu-menahu, seakan tak lagi menjadi bagian dari perjuangan.

Padahal inilah momen sejarah yang sedang ditulis. Dan ironisnya, sebagian dari kita memilih jadi penonton yang menulis sunyi, bukan perlawanan.

 

✒️Penulis : Uches

📝 Catatan Redaksi & Penulis: 

Opini ini merupakan refleksi terbuka terhadap kondisi sosial dan profesi pers di daerah. Tidak dimaksudkan untuk menyerang individu atau lembaga manapun. Semua pernyataan bersifat umum dan tidak menunjuk pihak tertentu. Disusun sesuai semangat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Berita Terkait

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor
Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 10:25

Kuasa Hukum Tersangka Menanggapi Serius Statement Yang Disampiala Kuasa Hukum Pelapor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:54

Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Berita Terbaru