Warga Gane Menganggap di Anak Tirikan oleh Gubernur Sherly Tjoanda

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut.Kuytanda.Com | Halsel – Pernyataan berbeda antara Gubernur dan wakil gubernur Sherly Tjoanda dan Sarbin sehe kini menjadi sorotan bagi warga Gane kabupaten Halmahera selatan provinsi Maluku Utara.

Pasalnya, Masyarakat sudah lama mengeluhkan dan meminta perhatian serius dari pemerintah provinsi Maluku Utara yakni Gubernur Sherly Tjoanda baik secara lisan maupun lewat sosial media untuk menindaklanjuti perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan darurat yang krusial bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat wilayah Gane.

Kondisi ini telah berlangsung lama dan belum tertangani optimal, meskipun telah ada upaya perbaikan lokal melalui gotong royong warga setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan upaya, Warga sering melakukan gotong royong untuk menimbun jalan dan bangun jembatan darurat namun tidak mampu memperbaiki semua ruas jalan yang rusak karena keterbatasan anggaran.

Namun apa yang di dapatkan oleh warga ketika Gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda – Sarbin Sehe beberapa hari lalu dalam kunjungan kerja di wilayah Gane Timur, kabupaten Halmahera selatan, Rabu 10/09/2025 Kemarin

Dalam kunjungan kerja di desa Foya, sherly Tjoanda sempat di tanya oleh Warga setempat dan Salah satu Wartawan Media lokal mengenai jalan lintas Gane yang paling miris di antaranya dari Desa Gaimu menuju ke Desa Gane Luar

Menurut Gubernur Sherly, pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara lebih fokus ke pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dengan Halmahera Utara (Halut) dan akan rampung di tahun 2027.

Sherly menambahkan pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting karena Halbar dan Halut kini telah ditetapkan sebagai sentra pertanian di Maluku Utara, dengan fokus pada produk turunan kelapa dan jagung.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap Haltim dan Halteng didasari oleh potensi anggaran yang tersedia”Kami fokus ke Haltim dan Halteng dulu, karena uang ada di sana, semua kawasan industri adanya di sana,” ujarnya dihadapan warga.

Khususnya wilayah gane ia mengakui bahwa belum ada jaminan langsung untuk mendapatkan proyek tersebut dalam waktu dekat, karena belum ada anggaran “tarada doi” untuk kita mau bangun jalan di wilayah ini.

Gubernur Sherly menyebut pembangunan jalan sudah masuk dalam pembahasan di Kementerian PUPR melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Sementara itu, Wakil Gubernur Sarbin Sehe pekan lalu ia melakukan Acara open house di Desa Jiko, Kecamatan Mandioli selatan saat diwawancarai oleh beberapa wartawan mengenai infrastruktur jalan di wilayah provinsi Maluku Utara

Ia mengatakan fokusnya dengan Gubernur sherly Tjoanda untuk program infrastruktur mengenai jalan lingkar provinsi di Maluku utara pada tahun 2025, kami akan selesaikan dulu jalan yang ada di Wilayah Gane

Sarbin menambahkan, jalan lingkar yang ada di Wilayah Gane itu statusnya jalan lanjutan, yang di bangun paska jamannya Almarhum mantan Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, sehingga kami hanya melanjutkan saja.

Akibat dari perbedaan pernyataan kedua pemimpin antara Gubernur dan wakil gubernur itu menimbulkan banyak pertanyaan besar dari masyarakat setempat dan kekecewaan dari Warga Gane.

Sehingga warga wilayah Gane menilai sosok sherly Tjoanda bukan pemimpin yang profesional, namun pemimpin yang pilih kasih

“Kami Masyarakat Wilayah Gane sudah lama menjerit namun tidak direspon dengan baik oleh Gubernur Sherly Tjoanda, kami merasa di anak tirikan oleh pemerintah provinsi.”Tutup warga dengan nada kecewa. (Red)

Editor Nurbaya

Berita Terkait

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Ketua IKKT PWA CBS IV Kogabwilhan III Laksanakan Kunjungan dan Berbagi Kasih di Halmahera Barat

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:26

Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:58

Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 

Berita Terbaru