Rapimpurda KNPI Halsel Terhenti, KNPI Malut & Karateker KNPI Halsel Gagal, OKP Cipayung-Plus Di Halsel Ancam Tolak Musda

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malut.Kuytanda.com | Halsel — Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung-Plus Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menyatakan kekecewaan mendalam terhadap Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku Utara (Malut). Mereka menilai DPD KNPI Malut gagal menuntaskan agenda Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) DPD KNPI Halsel yang digelar pada Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan jadwal forum, Rapimpurda seharusnya memuat empat sidang pleno:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pleno I: pembahasan agenda acara dan tata tertib.

Pleno II: pembahasan kepesertaan, waktu, tempat, dan tema Musyawarah Daerah (Musda).

Pleno III: pembahasan materi Musda.

Pleno IV: pembahasan syarat bakal calon Ketua KNPI Halsel.

Namun, pelaksanaan Rapimpurda hanya berjalan hingga Pleno II dan terhenti tanpa melanjutkan ke tahapan sidang berikutnya.

Kondisi ini menuai kritik tajam dari sejumlah OKP Cipayung-Plus, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM).

Ketua DPC GAMKI Halsel, Van Costan El Erens Galouw, menilai penghentian sidang dilakukan secara sengaja demi menghindari pembahasan prinsip menjelang Musda.

> “Rapimpurda ini jelas sarat kepentingan segelintir orang. Tadi sempat terjadi perdebatan panas soal status Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) di 30 kecamatan Halsel. Pimpinan sidang beralasan akan ada pembahasan lanjutan bersama DPD KNPI Provinsi, Ketua Carateker DPD KNPI Halsel, dan OKP Cipayung-Plus. Namun faktanya, ruang pembahasan itu tidak pernah dilaksanakan, dan sidang langsung terhenti,” ungkap Van.

Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan bentuk pembohongan terhadap peserta Rapimpurda.

> “Kalau Rapimpurda saja tidak selesai, bagaimana Musda akan berjalan? Sikap seperti ini menunjukkan ketidakdewasaan KNPI Provinsi,” tegasnya.

Ketua DPC GMNI Halsel, Sumitro H. Komdan, SH, juga menuntut agar Rapimpurda dilanjutkan dan status DPK diperjelas sebelum Musda digelar.

“Jika Rapimpurda tidak dilanjutkan, maka Musda KNPI Halsel cacat prosedur. Atas nama OKP Cipayung-Plus, kami menolak KNPI model begini,” tandas Sumitro.

Redaksi : UCHES Malut.Kuytanda.com

Berita Terkait

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!
Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  
Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi
Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai
Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi
Pelantikan Pengurus KB PII Halsel Periode 2025- 2029, Ini Pesan Bupati Bassam Kasuba 
Kaskogabwilhan III Tinjau Bencana Banjir di Halmahera Barat, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Masyarakat
Ibu Ketua IKKT PWA CBS IV Kogabwilhan III Berbagi Kepedulian untuk Masyarakat Pesisir Pulau Maitara

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46

Berdasar Evaluasi Progres: dr. Nurrasty Liambana di Mutasi: Begini Penjelasan Kapus Maffa Secara Rasional.!

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:54

Jaga Kamtibmas, Polsek Pulau Bacan Tindak Pembuatan Cap Tikus di Perkebunan Warga  

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:47

Wartawan KompasNews Diancam Saat Liputan di Obi, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:34

Tiga Bersaudara Diduga Ancam Wartawan Saat Meliput Sengketa Tambang Emas di Anggai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:26

Bupati Bassam Kasuba Lantik Penjabat Sekda : Tekankan Peran Strategis Birokrasi

Berita Terbaru