CATATAN HARIAN JUM’AT 3 APRIL 2025
Oleh : AMIRUDIN IDRUS
TENTANG MEMBACA
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuytanda.com | Opini–Membaca merupakan salah satu aktifitas yang sangat mudah, namun aktifitas membaca sangat berat dan membosankan bagi orang yang tidak membiasakan diri untuk membaca, mereka berfikir membaca adalah salah satu aktivitas yang sangat sia-sia dan tidak mendapatkan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari mereka, apalagi kehidupan bagi orang-orang yang pekerja keras, yang keseharian mereka selalu dengan aktivitas fisik untuk mendapatkan banyaknya materi (Uang). Namun membaca merupakan aktivitas sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membiasakan diri mereka dengan keseharian yang selalu menggemar membaca, bagi mereka membaca adalah salah satu aktivitas yang memiliki nilai tambah dalam kehidupan mereka. Sebab dengan membaca dapat mengasah cara berpikir kita dengan baik, dan membaca juga merupakan salah satu aktivitas yang merefleks otak kita.
Dewasa ini membaca tidak menjadi gemar bagi banyak orang, bukan hanya bagi orang-orang yang tidak menempuh dunia pendidikan saja dalam hal ini orang-orang yang putus sekolah baik pendidikan Sekolah Dasar, SMP, SMA maupun Pendidikan tinggi, namun tidak menjadi penentu juga orang-orang yang berpendidikan tinggi yang mampuh menjadi gemar membaca.
Data statistik tahun 2024 tentang minat membaca para generasi pendidikan di Indonesia menunjukkan beberapa hasil yang menarik. Berdasarkan survey yang dilakukan nilai tingkat gemar membaca (TGM) nasional tahun 2024 mencapai 72,44 yang masuk dalam kategori sedang mempu melampaui target 71,33. Namun perlu diingat bahwa skor literasi membaca Indonesia 2022 masih relatif rendah yaitu 359 poin yang lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018. Oleh karena itu masih perlu upaya untuk meningkatkan minat membaca dan kemampuan literasi dikalangan generasi pendidik Indonesia
• DEFENISI MEMBACA
Pengertian membaca menurut Louise Rosenblatt ahli pendidikan sastra Amerika Serikat. Menurutnya membaca adalah proses transaksi antara pembaca dan teks. Pembaca membentuk makna melalui pengalaman pengetahuan dan emosi yang mereka bawa dalam proses membaca.
Louise Rosenblatt juga menekankan pentingnya peran membaca dalam membentuk teks, pembaca tidak juga hanya informasi, tetapi juga membentuk melalui pengalaman dan pengetahuan mereka (Literature as exploration 1938)
• PERINTAH MEMBACA
Perintah membaca ini tidak hanya kita mendapatkan didunia pendidikan saja dimasa kita masih berusia anak-anak ketikan masih berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, guru kita selalu mengajarkan kita untuk membaca huruf-huruf abjad agar kita mengenal huruf-huruf abjad dengan baik sehingga kita mampu mengasah kecerdasan kita untuk membaca dan memahami kata demi kata bahkan kalimat demi kalimat.
Namun perintah membaca ini juga dalam konteks keyakinan kita juga baik dalam agama apapun pastinya kita selalu diajarkan untuk tetap membaca. Contohnya di dalam keyakinan ummat Islam meyakini perintah membaca ini diperintahkan langsung oleh ALLAH SWT, melalui malaikat Jibril sebagaimana turunnya Wahyu Tuhan untuk pertama kalinya yang diterima oleh nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca. Jibril berkata Iqra (Bacalah)
Dalam bukunya Ary Ginanjar Agustian (ESQ) menjelaskan perintah untuk membaca adalah perintah langsung oleh ALLAH SWT. Membaca adalah awal mula suatu perintah untuk mengenal dan berpikir tentang eksistensi diri serta Tuhan sebagai pencipta inilah yang namakan perintah membaca kedalam (Inner journey) sedangkan kedua adalah membaca keluar (auter journey) yang membaca fenomena kehidupan ini sehingga kita mampu membaca dan memahami fenomena alam kehidupan ini dengan baik. Contohnya kita sering bergumul dengan pertanyaan apa sesungguhnya makna dari sebuah kesenian? Untuk apa? Sehingga kita mampu membaca dan menemukan jawaban sesungguhnya. Manusia juga tidak hanya diminta oleh Tuhan untuk membaca alam dan ilmu fisika tetapi manusia dan hubungan sosialnya, bahkan juga tentang penciptanya begitu pula dengan ilmu-ilmu ekonomi, hukum, budaya dan juga politik. (Ary Ginanjar Agustian “ESQ”)
•BELAJAR DARI BANGSA JEPANG
Disaat jepang mengejar ketinggalannya, kaum muda jepang dikirim ke berbagai negara dikawasan eropa dan Amerika secara besar-besaran dengan tujuan untuk belajar. Semua buku-buku barat di terjemahkan kedalam bahasa jepang sehingga memudahkan proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi didunia barat. Sehingga saat inipun hampir semua buku-buku tentang ilmu pengetahuan telah diterjemahkan dalam bahasa jepang, buku-buku di Jepang dijual dengan harga murah. Dorongan ini pula yang telah membuat bangsa Jepang memiliki kebiasaan gemar membaca. Hal itu bisa dilihat dimana mana (Dijepang) baik dikereta api dalam bus-bus di stasiun-stasiun atau dimana saja hampir semua orang jepang tak ketinggalan membaca.
• PENTINGNYA MEMBACA
Frank smith seorang ahli pendidikan dan psikologi, menekankan pentingnya membaca dalam pendidikan
1. Membaca sebagai dasar pendidikan
Membaca merupakan sebagai dasar pendidikan yang penting, karena membantu siswa memahami dan menginterpretasikan informasi dalam berbagai ilmu pengetahuan.
2. Membaca sebagai kunci kesuksesan
Membaca dapat menjadi kesuksesan dalam pendidikan dan kehidupan, karena membantu individu memahami dan menginterpretasikan informasi yang kompleks.
Begitu juga penjelasan dari IBNU SINA dalam bukunya yang berjudul kitab Al Najat. Ibnu Sina menekankan pentingnya membaca, ia percaya bahwa membaca adalah cara terbaik untuk memperoleh pengetahuan dan memahami dunia sekitar, Membaca adalah kunci untuk memahami ilmu pengetahuan dan membaca juga dapat membantu mengembangkan pikiran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Rubrik: Opini







