Awali Keseharian Kita Dengan Membaca

Minggu, 6 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CATATAN HARIAN JUM’AT 3 APRIL 2025

Oleh : AMIRUDIN IDRUS


TENTANG MEMBACA

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuytanda.com | Opini–Membaca merupakan salah satu aktifitas yang sangat mudah, namun aktifitas membaca sangat berat dan membosankan bagi orang yang tidak membiasakan diri untuk membaca, mereka berfikir membaca adalah salah satu aktivitas yang sangat sia-sia dan tidak mendapatkan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari mereka, apalagi kehidupan bagi orang-orang yang pekerja keras, yang keseharian mereka selalu dengan aktivitas fisik untuk mendapatkan banyaknya materi (Uang). Namun membaca merupakan aktivitas sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membiasakan diri mereka dengan keseharian yang selalu menggemar membaca, bagi mereka membaca adalah salah satu aktivitas yang memiliki nilai tambah dalam kehidupan mereka. Sebab dengan membaca dapat mengasah cara berpikir kita dengan baik, dan membaca juga merupakan salah satu aktivitas yang merefleks otak kita.

Dewasa ini membaca tidak menjadi gemar bagi banyak orang, bukan hanya bagi orang-orang yang tidak menempuh dunia pendidikan saja dalam hal ini orang-orang yang putus sekolah baik pendidikan Sekolah Dasar, SMP, SMA maupun Pendidikan tinggi, namun tidak menjadi penentu juga orang-orang yang berpendidikan tinggi yang mampuh menjadi gemar membaca.

Data statistik tahun 2024 tentang minat membaca para generasi pendidikan di Indonesia menunjukkan beberapa hasil yang menarik. Berdasarkan survey yang dilakukan nilai tingkat gemar membaca (TGM) nasional tahun 2024 mencapai 72,44 yang masuk dalam kategori sedang mempu melampaui target 71,33. Namun perlu diingat bahwa skor literasi membaca Indonesia 2022 masih relatif rendah yaitu 359 poin yang lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018. Oleh karena itu masih perlu upaya untuk meningkatkan minat membaca dan kemampuan literasi dikalangan generasi pendidik Indonesia

DEFENISI MEMBACA

Pengertian membaca menurut Louise Rosenblatt ahli pendidikan sastra Amerika Serikat. Menurutnya membaca adalah proses transaksi antara pembaca dan teks. Pembaca membentuk makna melalui pengalaman pengetahuan dan emosi yang mereka bawa dalam proses membaca.

Louise Rosenblatt juga menekankan pentingnya peran membaca dalam membentuk teks, pembaca tidak juga hanya informasi, tetapi juga membentuk melalui pengalaman dan pengetahuan mereka (Literature as exploration 1938)

PERINTAH MEMBACA

Perintah membaca ini tidak hanya kita mendapatkan didunia pendidikan saja dimasa kita masih berusia anak-anak ketikan masih berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, guru kita selalu mengajarkan kita untuk membaca huruf-huruf abjad agar kita mengenal huruf-huruf abjad dengan baik sehingga kita mampu mengasah kecerdasan kita untuk membaca dan memahami kata demi kata bahkan kalimat demi kalimat.

Namun perintah membaca ini juga dalam konteks keyakinan kita juga baik dalam agama apapun pastinya kita selalu diajarkan untuk tetap membaca. Contohnya di dalam keyakinan ummat Islam meyakini perintah membaca ini diperintahkan langsung oleh ALLAH SWT, melalui malaikat Jibril sebagaimana turunnya Wahyu Tuhan untuk pertama kalinya yang diterima oleh nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca. Jibril berkata Iqra (Bacalah)

Dalam bukunya Ary Ginanjar Agustian (ESQ) menjelaskan perintah untuk membaca adalah perintah langsung oleh ALLAH SWT. Membaca adalah awal mula suatu perintah untuk mengenal dan berpikir tentang eksistensi diri serta Tuhan sebagai pencipta inilah yang namakan perintah membaca kedalam (Inner journey) sedangkan kedua adalah membaca keluar (auter journey) yang membaca fenomena kehidupan ini sehingga kita mampu membaca dan memahami fenomena alam kehidupan ini dengan baik. Contohnya kita sering bergumul dengan pertanyaan apa sesungguhnya makna dari sebuah kesenian? Untuk apa? Sehingga kita mampu membaca dan menemukan jawaban sesungguhnya. Manusia juga tidak hanya diminta oleh Tuhan untuk membaca alam dan ilmu fisika tetapi manusia dan hubungan sosialnya, bahkan juga tentang penciptanya begitu pula dengan ilmu-ilmu ekonomi, hukum, budaya dan juga politik. (Ary Ginanjar Agustian “ESQ”)

BELAJAR DARI BANGSA JEPANG

Disaat jepang mengejar ketinggalannya, kaum muda jepang dikirim ke berbagai negara dikawasan eropa dan Amerika secara besar-besaran dengan tujuan untuk belajar. Semua buku-buku barat di terjemahkan kedalam bahasa jepang sehingga memudahkan proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi didunia barat. Sehingga saat inipun hampir semua buku-buku tentang ilmu pengetahuan telah diterjemahkan dalam bahasa jepang, buku-buku di Jepang dijual dengan harga murah. Dorongan ini pula yang telah membuat bangsa Jepang memiliki kebiasaan gemar membaca. Hal itu bisa dilihat dimana mana (Dijepang) baik dikereta api dalam bus-bus di stasiun-stasiun atau dimana saja hampir semua orang jepang tak ketinggalan membaca.

PENTINGNYA MEMBACA

Frank smith seorang ahli pendidikan dan psikologi, menekankan pentingnya membaca dalam pendidikan

1. Membaca sebagai dasar pendidikan

Membaca merupakan sebagai dasar pendidikan yang penting, karena membantu siswa memahami dan menginterpretasikan informasi dalam berbagai ilmu pengetahuan.

2. Membaca sebagai kunci kesuksesan 

Membaca dapat menjadi kesuksesan dalam pendidikan dan kehidupan, karena membantu individu memahami dan menginterpretasikan informasi yang kompleks.

Begitu juga penjelasan dari IBNU SINA dalam bukunya yang berjudul kitab Al Najat. Ibnu Sina menekankan pentingnya membaca, ia percaya bahwa membaca adalah cara terbaik untuk memperoleh pengetahuan dan memahami dunia sekitar, Membaca adalah kunci untuk memahami ilmu pengetahuan dan membaca juga dapat membantu mengembangkan pikiran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

 

Rubrik: Opini

Berita Terkait

Densus Goes To School, Cegah Paham Radikalisme pada Anak
HMI Mendesak Pemkot Ternate Membuka Akses Publik Dokumen RPJMD 2025-2029
Menghubungkan Ruang Kelas dan Realitas Lapangan
HMI Soroti Ujian Kepemimpinan Gubernur dalam Reformasi Birokrasi Pendidikan Malut Abubakar Abdullah Menjadi Alarm Publik 
Perwakilan media kompas News Dan Juga Selaku Pimpinan Redaksi Media kuytanda Malut, mengucapkan Selamat hari Santri Nasional 2025.
Kunjungi SRMP 26 Sentra Wasana Bahagia Ternate, Wapres Semangati Siswa Jadi Generasi Tangguh
Kunjungi SRMP 26 Sentra Wasana Bahagia Ternate, Wapres Semangati Siswa Jadi Generasi Tangguh
Kisah Anak Petani Yang Memilukan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:26

Densus Goes To School, Cegah Paham Radikalisme pada Anak

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:54

HMI Mendesak Pemkot Ternate Membuka Akses Publik Dokumen RPJMD 2025-2029

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:16

Menghubungkan Ruang Kelas dan Realitas Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:36

HMI Soroti Ujian Kepemimpinan Gubernur dalam Reformasi Birokrasi Pendidikan Malut Abubakar Abdullah Menjadi Alarm Publik 

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:40

Perwakilan media kompas News Dan Juga Selaku Pimpinan Redaksi Media kuytanda Malut, mengucapkan Selamat hari Santri Nasional 2025.

Berita Terbaru