Malut.Kuytanda.com | Halmahera Selatan — 4 Juli 2025 | Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA Negeri 1 Halmahera Selatan menyampaikan klarifikasi resmi terkait hasil seleksi dan verifikasi faktual calon siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan oleh ketua Panitia SPMB Mingriani Ahmad, S.Pd., M.Dd. guna menjawab keresahan masyarakat yang mempertanyakan alasan tidak lolosnya sejumlah pendaftar.
Dari hasil konfirmasi Oleh Media Kuytanda.com panitia menjelaskan bahwa banyak pendaftar gagal seleksi karena data yang dimasukkan dalam aplikasi PPDB tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Verifikasi faktual kami lakukan langsung ke alamat siswa. Ada yang mencantumkan alamat sesuai zonasi, tapi setelah dicek, ternyata tidak sesuai dengan bukti fisik seperti KK, surat domisili, maupun data” jelas Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 1 Halsel, Mingriani Ahmad, S.Pd., M.Dd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dapodik Jadi Acuan Utama Seleksi
“Ini bukan soal kami tidak mau menerima, tapi sistem nasional sudah otomatis membaca data dari Dapodik. Siswa hanya bisa terdaftar di satu satuan pendidikan yang sah sesuai zonasi,” tegas Mingriani
Kuota Kelas Tahun Ini Dikunci Pemerintah Pusat
Tahun ini, SMA Negeri 1 Halsel hanya diberi alokasi 9 rombongan belajar (kelas). Tidak ada lagi fleksibilitas penambahan kuota seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa banyak pendaftar tidak tertampung.
“Kalau dulu, kita bisa ajukan tambahan kuota ke Dinas Provinsi. Tapi tahun ini sudah dikunci dari pusat. Kami tidak punya kewenangan untuk menambah kelas,” tambah Mingriemi.
Pesan Panitia untuk Siswa yang Belum Lolos
Meski banyak yang berharap bisa bersekolah di SMA Negeri 1, panitia memberi semangat kepada siswa yang belum lolos. Sekolah bukanlah satu-satunya penentu masa depan.
“Saya sampaikan apresiasi dan semangat. Tidak lolos bukan berarti gagal. Sekolah boleh berbeda, tapi semangat harus tetap sama, terus lah belajar Bila perlu Kalian Harus buktikan bahwa SMA 1 menolak Kalian Itu SMA telah mengambil langkah salah” ujar Mingriani.
Imbauan ke Siswa, Orang Tua/Wali dan Masyarakat
Panitia SPMB juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dan jujur dalam mengisi data pendaftaran, terutama data domisili dan prestasi. Seluruh proses SPMB kini terintegrasi dalam sistem nasional berbasis data, sehingga kesalahan atau manipulasi akan langsung terbaca oleh sistem.
“Mohon ke depan, baik siswa maupun orang tua lebih memperhatikan keakuratan data. Jangan sampai harapan besar justru terhalang karena kelalaian teknis,” tutupnya
✍️ Reporter: Uches, Tim Redaksi Kuytanda.com








